Pembinaan Disiplin Peserta Didik : Disiplin peserta didik yaitu keadaan tertib dan teratur serta tidak adanya pelanggaran peserta didik di sekolah. Untuk menegakkan disiplin peserta didik di sekolah diperlukan deskripsi hak dan kewajiban peserta didik. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan hak dan kewajiban peserta didik. Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak: (1)  mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama; (2) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; (3) mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya; (4) mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya; (5) pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara; dan (6) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
Pembinaan Disiplin Peserta Didik
Pembinaan Disiplin Peserta Didik
Setiap peserta didik berkewajiban: (1) menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan; dan ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menegakkan disiplin peserta didik sekolah bisa mengatur dengan membuat kode etik peserta didik, yang mengatur tingkah laku peserta didik di lingkungan sekolah. Berupa rumusan baik-buruk, boleh-tidak boleh, terpuji-tidak terpuji, yang harus dipedomani peserta didik di sekolah. Langkah-langkah menyusun kode etik:

  1. Rapat bersama peserta didik, orang tua, komite sekolah dan stakeholders lainnya;
  2. Memberi kesempatan mereka menyusun kode etik dengan memberikan bahan pertimbangan berupa: tata cara penyusunan kode etik, sanksi bagi pelanggar, isi yang terkandung dalam kode etik, dan kode etik yang pernah disusun sebelumnya;
  3. Memberi masukan kode etik yang telah disusun;
  4. Memberti kesempatan kepada tim penyusun kode etik untuk merumuskan kode etik peserta didik;
  5. Kode etik diusulkan kepada kepala sekolah untuk mendapat pengesahan berupa surat keputusan;
  6. Kode etik disosialiasikan kepada peserta didik, oang tua, dan komite sekolah.


Kode etik peserta didik berisi tentang:

  1. Pertimbangan tentang pentingnya dirumuskannya kode etik;
  2. Standar tingkah laku yang layak dilakukan peserta didik, baik ketika berada di lingkungan sekolah, dalam keluarga, dan di masyarakat;
  3. Batasan kapan peserta didik harus sudah tiba di sekolah dan kapan sampai di rumah seusai sekolah;
  4. Pakaian yang dikenakan utamanya untuk di sekolah;
  5. Tugas dan kewajiban peserta didik di sekolah;
  6. Tata pergaulan/hubungan antara peserta didik dengan pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, komite sekolah, dan tamu sekolah;
  7. Perilaku peserta didik dalam bergaul dengan sesama peserta didik.


Post a Comment

 
Top